IDE YANG DITUNDA

Kemarin lusa pesan singkat masuk ke ponsel saya dari seorang teman lama yang menanyakan bagaimana kabar saya dan apakah saya sedang sibuk, karena memang kurang lebih setahun kami tidak bertemu. Ia mengajak saya untuk bertemu dan ingin membicarakan tentang satu peluang bisnis yang akan ia garap karena ia baru bertemu seorang temannya yang jago membuat produk. Kami bertemu ba’da dzuhur dan asyik ngobrol sampai ashar, ditengah obrolan kami panjang lebar sebenarnya yang membuat saya tertarik bukan pada proyek yang mendominasi pembicaraan tapi malah justru ketertarikan saya pada sekelebatan pembicaraan tentang idenya yang lain yang menurut saya sangat inovatif dan berpeluang besar untuk diterima pasar namun karena ia terlalu berhati-hati karena takut di tiru kompetitor sebelum bisnisnya berkembang ia memilih menunda agar konsep pemasarannya matang dan malah memilih bidang lain yang menurut ia ‘market’ dan marginnya begitu menggiurkan walaupun harus berkompetisi dengan perusahaan besar yang mendahuluinya, bidang yang ia pilih adalah gadget dan security system.

Saya coba menbujuknya untuk merealisasikan ide sekelebatan dari pembicaraan kami namun ia tetap tak bergeming dan memilih tetap ingin menjalankan idenya dengan seorang teman barunya ini. Sayapun menawarinya dan meminta izin agar merealisasika idenya itu tapi karena ia tidak memberi tanggapan akhirnya kami banyak membahas rencanannya untuk memasarkan produk dengan teman barunya dan mengajak saya juga untuk membantu memasarkannya.

Kesimpulannya yang sudah bisa saya dan anda tebak apapun ide di bidang bisnis seprospektif apapun kalau tidak ada ‘passion’ di dalamnya tidak akan terrealisasi.

Hidup itu …

Hidup itu…

Hidup itu untuk menangis, tersenyum, tertawa, membahagiakan dengan kelucuan, mengenal dan mempelajari yang di ajarkan orangtua saat balita

Hidup itu untuk bermain saat anak-anak

Hidup itu untuk belajar, mengenal satu sama lain, pacaran, hura-hura,  berprestasi saat remaja

Hidup itu untuk mengejar cita-cita, jalan-jalan ke Mall, memikat lawan jenis, tebar pesona, berjuang mengejar IPK saat beranjak dewasa

Hidup itu untuk bekerja mencari uang, mencari pasangan, berbagi, berbakti kepada orangtua, bukan meratapi saat dewasa

Hidup itu untuk membagi kebahagiaan dengan pasangan, berjuang untuk anak, membesarkan anak-anak dengan kasih sayang, mengajar, membimbing, hidup itu untuk membangun surga kecil dalam keluarga saat menjadi orangtua

Hidup itu untuk menghidupi

Hidup itu untuk berbagi

Hidup itu untuk membahagiakan

Hidup it u untuk menjadi manfaat

Hidup itu untuk ibadah kepada Allah

Hidup itu untuk mencari bekal untuk nanti

Saat kau tau hidupmu begitu berarti…

Mimpi jadi Pemungut Sampah

Sampah ya sampah dan sering di temui dimanapun kita berada, ga ada yang istimewa tapi jelas ada yang luarbiasa dari sampah apalagi kalau bukan membuat lingkungan jadi tidak bersih, dan luarbiasanya lagi bisa menyebabkan satu kota kewalahan karena bisa menimbulkan kebanjiran parah. Mau di bilang aneh ataupun tidak aneh dimanapun kita berada di tempat umum orang denga gampangnya membuang sampah tisu, permen, puntung rokok, bungkus snack dan silahkan sebut saja sendiri barang bekas apa yang tidak pernah kita lihat yang menjadi sampah padahal tentu kita sama-sama tau dan kepingin lingkungan di tempat umum itu bersih dan tertata rapi.

Dahulu hampir tiap hari entah itu dipagi ataupun sore hari bekerja entah di stasiun kereta, ataupun saat berkendara hampir bisa di pastikan anda akan menang taruhan jika anda mengatakan selalu ada saja orang yang membuang sampah sembarangan di tempat umum.

Sewaktu jalan-jalan dari Bogor dengan KRL di stasiun di bangku tempat saya menunggu, saya sering memperhatikan banyak orang yang lalu lalang di depan saya. Dan kejadian yang menarik yang membuat saya  ingin saya tuangkan lewat tulisan ini yaitu tentang perilaku banyak orang yang dengan gampangnya membuang sampah sembarangan. Saat itu juga saya kepikiran mungkin setengah berkhayal gimana caranya ‘nonjok’ mereka ya supaya malu membuang sampah sembarangan, saya pribadi bukan sosk orang yang rajin bersih-bersih tapi minimal ditempat umum saya selalu mengantongi bungkus permen, gelas/ botol air mineral ataupun kardus makanan setlah saya pakai jika tidak ada tempat sampah. Waktu itu kepikiran sosok pria eksekutif membawa pengait sampah lengkap dengan jas dan dasi yang membawa Bronjong sampah di pundaknya dan di belakang brojong ada tulisan ‘Hey Pecundang Urus Sampahmu Sendiri’ atau ‘Jangan Nuntun Bersih dan rapi kalo masih hobi buang sampah sembarangan’ atau ‘ Ngandelin petugas Kebersihan untuk Jaga Kebersihan, BASI’

Lalu kenapa sosok pria berjas dan dasi yang muncul dalam bayangan saya ? menurut saya  masyarakat itu kepengen lingkungannya bersih tapi ga mau jaga kebersihan dalihnya sih ada petugas kebersihan yang dibayar (hah, alasan basi), sosok pria berjas dan berdasi itu menggambarkan kalau mereka saja orang yang bersih dan rapi mau mengurus sampahnya sendiri apalagi maysrakat lainnya yang menandakan kalau menjaga kebersihan itu untuk semua status sosial.

Untuk LINGKUNGAN BERSIH

Si pembunuh Tindakan (seri memulai bisnis)

Nah lho, apa lagi nih ada juga pembunuh bayaran, sekalinya klise ya ada juga pembunuh impian. Ini kok malah pembunuh tindakan.
Sewaktu kecil aby seringkali ngebantu belanjain barang-barang kebutuhan warung sang mama, kalau lagi belanjannya menurut dia ga merepotkan sewaktu ngebawanya ia akan dengan senang hati pergi ke pasar.

Awal pikirannya kenapa ia mau karena urusan packingnya ga ribet kalau Cuma belanjain jajanan makanan ringan anak-anak dan kebutuhan dapur mah kecil lah, anggapnya. Namun kaya anak biasanya ia juga kadang juga suka males dan mendadak jadi ahli ramal ketika sang mama menyuruhnya membelikan belanjaan yang menurutnya memberatkan, sebut saja satu kejadian ia pernah di suruh membeli telur ½ kg dan beberapa sabun cair pembersih lantai. Bawa belanjaan itu dalam pikirannya susahnya setengah mati alasannya karena motor bebeknya memakai kopling, kalau packing pakai kantong plastik susah bawanya, kalau di kardusin mana ada kardus ukuran kecil yang ada juga mending belanja aja sekalian yang banyak biar dapat kardus besar supaya telur ga pecar karena aka dengan mudah menghindari benturan kalau di tumpuk dengan belanjaan lain.

Kekhawatirannya kalau pecah itu telur membuatnya males bukan kepayang menuruti permintaan sang mama, namun mamanya terus meyakinkan kalau itu telur ga bakalan pecah.. ya sudahlah kalau sudah dibilang kaya gitu berarti mamanya dah sap nanggung resiko telurnya bakal pecah dan ia juga merasa tak terbebani kalau sampai itu terjadi. Dan pergilah ia ke pasar membelanjakan barang yang di butuhkan.

Sampai di tempat agen, aby bilang ke karyawan agen toko sembakonya ‘bang saya mau beli telur tapi kaya ga bisa bawanya nih’ dengan simple si karyawan toko bilang ‘udah gampang, timbang aja dulu’. Setelah menimbang dan membeli belanjaan lainnya diluar duga awalnya ada kardus sangat kecil yang pas banget untuk dijadikan wadah packing telur dan belanjaan lainnya. Dan selamat lah si telur sampai rumah tanpa pecah satu butirpun. Coba saja kalau ia keukeuh dengan prediksi sesatnya ia ga akan mulai mengambil tindakan untuk membelanjakan pesanan mamanya. Cara kerja prediksi sesat membunuh impian adalah dengan terlebih dahulu membunuh tindakan.

Dalam memulai bisnis Seringkali kita menjadi sok ahli nujum atau ramal yang memprediksi masa depan jika sedang ada kelemahan atau kekurangan dalam ide bisnis yang ingin kita realisasikan. Padahal jika kita melangkah aja dulu, ternyata hal-hal di luar dugaan akan menjawab semua kekurangan saat kita melangkah. Maka dari itu ketika kita memiliki sebuah ide bisnis/usaha yang ingin di realisasikan, satu keyakinan yang harus kita miliki adalah kita menyertakan do’a orangtua dan Allah sebagai pembimbing langkah kita. Jika itu sudah kita pegang insyaallah orang baik dan beriman selalu ada aja jalan suksesnya.

Sekian semoga bermanfaat.

Belajar berani membuka bisnis dari si kaki lima

Sudah menjadi dambaan banyak orang untuk memiliki sebuh bisnis yang mapan dan terus bertumbuh namun karena banyaknya pertimbangan dan takut akan resiko kita tidak pernah memulainya.

Siang ini jalanan yang di lalui aby tidak ada yang berbeda dan cenderung monoton namun agak sedikit berbeda ketika aby mulai membuka ‘mata’ untuk mengamati deretan pedagang kaki lima siang itu dan memberhentikan kendaraannya untuk sekedar bertanya-tanya secara spontanitas kepada pemilik pedagang kaki lima yang ia temui. Dua Pedagang ia temui siang itu adalah seorang ibu yang menjual aneka nugget, ia menanyakan tentang mengapa si ibu pedagang memilih usaha tersebut dan seberapa besar sewa kios di tempatnya kini, ternyata alasannya karena memang ada kenal dengan distributor nugget dan keinginan si ibu untuk ber wirausaha. Untuk sewa di tempatnya saat ini ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 5.000.000,-/tahun di tambah uang kebersihan+keamanan. Kalau di lihat dari dagangan si ibu dan uang sewanya perhitungan aby itu bisa menghabiskan uang puluhan juta untuk berjualan pada area kios yang terbilang tidak terawat dengan baik oleh si empunya tempat.

Pedagang yang kedua yang ia temui di lain tempat adalah pedagang ketoprak, kali ini ia agak cukup lama ngobrol dengan si pedagang sebut saja namanya pak tono yang sudah berjualan ketoprak 5 tahun belakang yang sebelum berdagang ketoprak berbagai bidang usaha telah ia jalankan. Sewa di tempatnya kini terbilang cukup terjangkau dan tempat yang begitu strategis tepat di pinggir jalan. Ketika ditanya perihal memilih usahanya ini secara sederhana ia menjawab ‘saya ngeliat dagangan pedagang lain yang rame aja pak, masa sih Tuhan ga ngasih kalau saya jualan ngikutin mereka dan juga kalau jualan ya harus sabar, rezekikan dah ada yang ngatur’ yang terbukti bapak dari 5 anaknya ini yang sedang menunggu kelahiran anak ke 6 nya masih terus bertahan dan sanggup membiayai kehidupan anak istrinya. Ketika ditanya berapa omzet perbulannya ia secara polos mengatakan kalau ga pernah menghitung berapa pendapatannya, yang ia tau kalau sedang ramai-ramainya ia bisa menjual 30-45 porsi ketoprak perharinya atau kalau aby hitung sekitar Rp. 5.400.000,- s/d Rp. 8.100.000,- perbulan ( 1porsi=Rp.6.000,-). Wow angka yang terbilang besar ya? Padahal gerobak dan daganganya tidak ada bedanya sama sekali dengan pedagang ketoprak lain lho.

Aby belajar satu hal dari kedua pedagang kaki lima di atas, kalau saja seorang karyawan level supervisor atau ass. Manager yang sudah terbilang memiliki pola pemikiran yang lebih pandai dari kedua pedagang di atas berbisnis berniat membuka bisnis hampir bisa dipastikan tidak akan seberani mereka saat memulai. Aby pernah menjadi karyawan dan saat diposisi zona nyaman tersebut walaupun ada keingina membuka bisnis namun akan sangat lama untuk memulainya, sangat klasik apa yang dipikirkannya yaitu memilih bidang yang cocok yang sedang trend, mempertimbangkan kalau modal yang sudah keluar untuk membeli perlengkapan nanti bagaimana kalau usahanya gagal, terlalu berlama-lama dalam mempertimbangkan lokasi bisnisnya dan seabrek pemikiran-pemikiran yang menurutnya ribet bin repot.

Tapi bandingkan dengan pedagang kaki lima tersebut uang modal yang mereka miliki itu ya hanya segitu-gitunya kok ya nekat berani membeli gerobak, perlengkapan dagang dan menyewa tempat padahal mereka ga ngerti strategi marketing yang bagus itu kaya gimana, terus daganganya laku atau tidak, bayar sewa bulan berikutnya gimana kalau ga laku, dan pertimbangaan klasik  lainya yang di utarakan si karyawan. Si kaki lima ga mikir kearah sana lho yang ia tau ‘saya punya modal sekian, saya bisanya bikin makanan ini itupun ga tau enak apa ga menurut pembeli atau nanti laku apa ga itu saya ga mikir, urusan itu mah ya nanti yang penting Bismillah mulai dagang’. Lha kok ya lancar lho sampai sekarang karena dalam perjalanannya ternyata pedagang-pedagang itu mendapat masukan dari pembelinya, mas ketupatnya di bungkus pake daun kelapa dong jangan pake plastik biar lebih enak rasanya, sebagai pedagang yang baik yang mau laris dagangannya ya di ikuti saran sipembeli dan ternyata tambah rame.

Sekia semoga bermanfaat.

Pilihan Sang Bunda

Pagi ini seperti biasa setelah buka toko kelontong milik mama, aby biasa membuka notebook untuk browsing mencari beberapa referensi gambar. Lagi asyik-asyiknya browsing dan ngobrol dengan adik perempuannya aby dikejutkan dengan kandang hamster peliharaanya yg di porak poranda kan kucing kampung yang biasa berkeliaran di lingkungan rumah alhasil akibat kelakuan tuh kucing, 7 ekor hamster raib entah kemana, tau hal kaya gini di luar dugaan sang mama marahnya bukan main dan nangis sedih ga kebayang kaya kehilangan orang yang di kasihi aja. Agak aneh sih waktu itu menurut aby karena itu hamster peliharaan adiknya, tapi mungkin karena mama dah banyak ngasih perhatian dengan memberi makan dan selalu bisa ketawa-ketiwi sendiri kalau liat kelakuan si hammie.

Selang beberapa menit karena ada pembeli di tokonya mama sudah agak redaan nangisnya, di toko mungkin bukan kebetulan kalu pembelinya adalah ibu-ibu. Dan udah bisa di tebak kalau ketiga wanita ketemu hampir pasti ada aja yang di obrolin namun kali ini bukan gosip tapi sebuah cerita yang menurut aby sangat menyentuh sekali.

Ada seorang bunda yang saat itu kesalnya bukan main beberapa hari ini karena ulah anaknya yang susah banget disuruh sekolah karena ga bisa pake motor tuk berangkat sekolah. Sudah beberapa hari sang bunda merayu secara halus agar si anak mau berangkat tapi berkali-kali juga si anak mengeluarkan kata-kata yang membuat pertengkaran kerap terjadi. Sakit hati, marah, sedih, hancur perasaan sang bunda saat itu. Ada satu ucapan yang membuat aby tersentuh saat sang bunda tersebut bercerita ‘kalau boleh milih kalaupun harus berantem hebat lebih baik saya berantem dengan suami daripada dengan anak’ rasanya sakit sekali di durhakai orang yang selama sembilan bulan di kandungnya merawat dengan penuh cinta dan berkorban siang malam untuk menjaganya, mengabaikan kantuk saat si kecil nangis di tengah malam, memperjuangkan kehidupannya dengan melakukan berbagai pekerjaan untuk bisa menjaminnya tetap makan dan tumbuh sehat lalu semua itu hanya untuk mendapat pendurhakaan..masyaallah.

Saat itu terbayang oleh aby akan kasih sayang mama nya yang begitu besar kepadanya kalau untuk hamster yang hilang saja mama bisa sebegitu sedihnya apalagi jika ia menyakitinya.

Sebesar apapun dan sedewasa apapun kita kini ibu tetaplah ibu yang memiliki kasih tiada batas, yang mengharap anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik.

Harga Sebuah Keyakinan (bab Sedekah)

Mengawali mengisi artikel pertama di blog ini, saya tertarik untuk menulis tentang  sebuah keyakinan, inspirasinya dari semalam saya nonton acara ust. Yusuf Mansur (cahtting dengan YM) saya terkesan dengan keyakinan  sang ustad dan para tamunya dalam acara tersebut. Sudah bukan rahasia lagi bahwa beliau adalah pribadi yang sangat kuat cintanya kepada Allah SWT ini selalu dibuktikan dengan banyaknya sikap dan tindakan beliau yang berani untuk menyampaikan tausiyahnya dari kisah-kisah nyata dari mereka yang mengamalkan isi kandungan AlQur’an, apalagi kalau bukan sedekah.

Bicara tentang keyakinan tidak lepas dari perjuangan dan pengorbanan, tidak ada sebuah keyakina tanpa sikap berjuang dan berkorban. Di dalam sebuah sedekah terdapat sebuah keyakinan yang kuat mengapa manusia terutama umat islam melakukannya yaitu adalah pamrih hanya kepada Allah semata tanpa mengharap balasan dari manusia. Allah maha kuasa dan sebaik-baik pemberi rezki maka hanya kepadaNya lah amalan sedekah di tujukan dengan harapan keberkahan rezki yang di dapat.

Mendasari keyakinan bahwa Allah akan melipat gandakan sedekah yang hambaNya lakukan ini, manusia menjadi banyak berbagi dengan harapan mendapat untung berlipat yang barokah dari Allah, hal ini tidak disalahkan karena Allah maha Kuasa dan maha Kaya namun iringilah amalan ibadahmu dengan sabar dan ikhlas.

Sudah banyak kisah nyata yang terdengar dan tertulis tentang keyakinan akan di lipat gandakannya sedekah dari banyak sumber. Dalam kitab AlQur’an sudah dijelaskan harga dari sedekah yang kau keluarkan akan mendapat balasan senilai 10x lipatnya.

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayarannya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan” (QS.2:254)

%d blogger menyukai ini: